Pembaca yang berbahagia. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Alloh dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dengan harapan agar objek dakwah yang kita dakwahi beriman kepada Alloh dan mengingkari semua yang di abdi selain Alloh , sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

Jika kita melihat ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits-hadits Rosululloh kita akan banyak menemukan keutamaan dakwah yang luar biasa. Dengan mengetahui, memahami, dan menghayati keutamaan dakwah ini seorang muslim akan termotivasi secara kuat untuk melakukan dakwah, dan bergabung bersama kafilah dakwah di manapun ia berada.

Mengetahui keutamaan dakwah termasuk faktor terpenting yang mempengaruhi konsistensi seorang muslim dalam berdakwah dan menjaga semangat dakwah, karena keyakinan terhadap keutamaan dakwah dapat menjadikannya merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya.

Dan di antara keutamaan dakwah yang akan kita raih ketika kita berdakwah di jalan Alloh adalah kita akan memperoleh balasan yang besar dan berlipat ganda. Sebagaimana sabda Nabi kepada ‘Ali bin Abi Tholib

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

“Demi Alloh, sesungguhnya Alloh menunjuki seseorang dengan dakwahmu, maka itu lebih bagimu dari unta merah”. Hadits Riwayat Bukhori, Muslim, dan Ahmad.

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa, “Unta merah adalah kendaraan yang sangat dibanggakan oleh orang Arab saat itu”.

Hadits ini menunjukkan bahwa usaha seorang da’i menyampaikan hidayah kepada seseorang adalah sesuatu yang amat besar nilainya di sisi Alloh lebih besar dan lebih baik dari kebanggaan seseorang terhadap kendaraan mewah miliknya.

 

Dalam riwayat Al-Hakim disebutkan,

يَا عَلِيُّ، لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ عَلَى يَدَيْكَ رَجُلاً خَيْرٌ لَكَ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

“Wahai ‘Ali, sesungguhnya Alloh menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya, yakni lebih baik dari dunia dan isinya”. Hadits Riwayat Al-Hakim.

Dalam riwayat lainnya, dari Abu Umamah Al-Bahili Rosululloh bersabda,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Alloh memberi banyak kebaikan, para Malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendo’akan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”. Hadits Riwayat Tirmidzi.

Kita hitung berapa jumlah Malaikat, semut dan ikan yang ada di dunia ini?. Kita bayangkan betapa besar kebaikan yang diperoleh oleh seorang da’i dengan do’a mereka semua. Subhanalloh.

Imam Tirmidzi  setelah menyebutkan hadits ini juga mengutip ucapan Fudhail bin ‘Iyadh yang mengatakan, “Seorang yang berilmu, beramal dan mengajarkan ilmunya akan dipanggil sebagai orang mulia di kerajaan langit”.

Keagungan balasan bagi orang yang berdakwah tidak hanya pada besarnya balasan untuknya, tetapi juga karena terus menerusnya ganjaran itu mengalir kepadanya meskipun ia telah wafat. Hal ini sebagaimana sabda Nabi dari Jarir bin Abdillah yang artinya, “Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh orang lain, maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontoh nya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya”. Hadits Riwayat Muslim.

Wallohu a’lam.

 

%d blogger menyukai ini: