Para menteri luar negeri Uni Eropa diperkirakan akan membahas soal nasib kebijakan Timur Tengah bulan depan. Blok yang beranggotakan 28 negara tersebut akan bertukar pandangan soal pengakuan kedaulatan palestina. Di sisi lain Amerika Serikat mendukung permukiman dan pendudukan Israel, yang merusak prospek solusi dua negara untuk konflik Palestina-Israel.

Dilansir media kamis kemarin, Irlandia dan Luksemburg adalah di antara negara-negara anggota yang berupaya mengangkat masalah ini pada pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa di Brussels pada 20 Januari 2020 mendatang.

Pada Senin lalu, kepala kebijakan luar negeri Uni eropa, Josep Borrell, mengatakan bahwa para diplomat utama akan membahas soal apakah blok Uni eropa harus mengubah kebijakan Timur Tengah menyusul kebijakan Washington pada legalitas Israel.

Borrel mengungkapkan itu merujuk pada pengumuman Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo bulan lalu. Saat itu, Pompeo mengatakan bahwa pembentukan permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel tidak bertentangan dengan hukum internasional.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa harapan untuk solusi dua negara kian hari terus dirusak. Menurutnya, kebijakan pendudukan dan penghancuran berisiko menggantikan solusi dua-negara dengan realitas satu-negara. Hal itu, kata dia, akan ditandai dengan konflik yang terus-menerus, pendudukan, dan hak-hak yang tidak setara. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: