Majelis Permasyarakatan Ulama atau MPU Aceh menerbitkan fatwa haram radikalisme guna mencegah keresahan masyarakat terhadap intoleransi beragama. Wakil Ketua MPU Aceh, Tengku Faisal Ali di Banda Aceh, Jumat kemarin mengatakan, fatwa ini diterbitkan setelah adanya masukan dari berbagai elemen masyarakat terkait toleransi dan intoleransi yang berkembang saat ini di Provinsi Aceh.

Dalam fatwa tersebut, para ulama aceh mendefinisikan toleransi dan intoleransi dengan mengkaji konteks hukum Islam atau fikih. Berdasarkan kajian tersebut, radikalisme masuk dalam kategori intoleransi.  Menurut Tengku Faisal Ali, tindakan yang merespons sesuatu di luar batas kewajaran merupakan radikalisme. Tindakan ini diharamkan dalam agama Islam.

Tengku Faisal menambahkan bahwa fatwa tersebut diterbitkan untuk membangun toleransi di masyarakat Aceh. Jangan lagi ada kelompok keagamaan menyalahkan kelompok lainnya hanya karena tidak satu pandangan. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: