House of Representatives mempertimbangkan untuk mencabut Undang-Undang larangan perjalanan dan pembatasan berdasarkan agama. Upaya itu bertepatan dengan peringatan tahun ketiga pengumuman larangan Muslim yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ketua House of Representatives, Nancy Pelosi mengatakan, akan mempertimbangkan pencabutan Undang-Undang yang dianggap tidak berprikemanusiaan. Pelarangan bisa dilakukan pemerintah ketika dapat memberikan bukti kuat untuk membenarkan pemberlakuan, itu pun harus berkonsultasi dengan Kongres.

Senator Demokrat Kris Koons menyatakan, keputusan pelarangan dalam kebijakan imigrasi Trump merupakan kekejaman yang disengaja. Larangan Muslim didasarkan pada prasangka, dan diskriminasi, daripada pertimbangan fakta atau keamanan.

Larangan perjalanan pertama Donald Tramp menargetkan beberapa negara mayoritas Muslim diumumkan tanpa peringatan pada 27 Januari 2017 silam, beberapa hari setelah presiden menjabat. Keputusan itu menciptakan kemarahan dan menyebabkan kekacauan di bandara di seluruh negeri karena ratusan orang ditahan dan ribuan visa yang sebelumnya dikeluarkan dicabut.

https://internasional.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: