Sekelompok laki-laki bersenjata menyerang Masjid Great Salmossi di Burkina Faso, Afrika Barat. Serangan ini menyebabkan 16 orang tewas dan dua orang mengalami luka-luka.

Pejabat daerah dari provinsi Oudalan Ernest Bouma Nebie mengatakan sekelompok laki-laki bersenjata itu menyerang masjid Great Salmossi saat shalat isya sedang berlangsung. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengakui aksi ini sebagai perbuatan mereka.  Akan tetapi, diketahui ada kelompok yang terkait ISIS beraktivitas di wilayah tersebut.

 

Burkina Faso pada mulanya merupakan sebuah negara di Afrika Barat yang cukup damai. Ketentraman Burkina Faso mulai terkoyak ketika serangan ekstrimis terjadi pada 2015 di negara tersebut.
PBB menemukan adanya peningkatan serangan yang terjadi di Burkina Faso selama beberapa bulan terakhir. Kondisi ini memaksa hampir 500 ribu orang untuk pergi meninggalkan rumah mereka di Burkina Faso.

Seperti dilansir dari laman resmi PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres turut mengecam penyerangan terhadap Masjid Great Salmossi ini. Guteress juga menegaskan komitmen PBB untuk bekerja sama dengan Burkina Faso dalam menjaga keberlangsungan negara tersebut.

Sejak 2018, tercatat sudah ada lebih dari 500 korban jiwa yang jatuh akibat hampir 500 serangan dan operasi balasan militer. Situasi penuh kekerasan ini telah memberi dampak yang sangat berat, khususnya pada layanan umum seperti kesehatan dan pendidikan. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: