Pasukan Israel menyerang sejumlah pelajar Palestina dengan menggunakan gas air mata dan granat suara di kota Hebron. Pasukan Israel menyerang beberapa pelajar yang dalam perjalanan menuju sekolah.

Pasukan Israel berupaya menahan salah satu dari pelajar dan menembakan gas air mata ke arah warga yang berupaya turut campur tangan. Pasukan Israel juga menembakkan gas air mata serta granat suara di sekitar sekolah Tareq bin Zayed di Hebron. Siswa dan staf pengajar yang terluka mendapat pertolongan pertama di lokasi kejadian. Hal ini sebagaimana diungkap media hari senin kemarin.

Kepolisian Israel mengevakusi pelajar dari Sekolah Dasar Ibrahimi yang juga berada di kota Hebron tak lama setelah ditemukan sesosok mayat mencurigakan di pintu masuk sekolah. Kepolisian Israel menutup wilayah itu dan mengevakuasi mayat mencurigakan itu.

Kendati demikian, Kepolisian Israel tak menyebutkan identitas mayat tersebut. Warga setempat meyakini mayat itu ditempatkan di pintu masuk sekolah oleh para pemukim Israel.

Saat ini sebanyak 800 pemukim Israel yang dikenal agresif hidup dibawah perlindungan militer Israel di kota tua Hebron yang disekilingnya terdapat lebih dari 30 ribu warga Palestina. PBB telah mendokumentasikan lebih dari 100 serangan Israel terhadap lembaha pendidikan di Tepi Barat yang berdampak pada 19 ribu anak dalam empat bulan terakhir.

Para pejabat PBB mengatakan lebih dari separuh insiden menggunakan amunisi langsung seperti gas air mata dan granat kejut yang ditembakkan ke dekat sekolah oleh pasukan Israel yang berdampak pada lembaga pendidikan atau melukai siswa.

%d blogger menyukai ini: