Dewan Keamanan PBB mengutuk keras serangan bom terhadap sebuah masjid di Afghanistan yang terjadi pada Jumat pekan lalu. PBB menilai serangan itu sebagai tindakan keji dan pengecut.

Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pernyataan  mengatakan bahwa para anggota Dewan Keamanan menyatakan simpati dan belasungkawa terdalam kepada keluarga para korban dan Pemerintah Afghanistan serta berharap pemulihan yang cepat bagi mereka yang terluka. Hal ini sebagaimana diungkapkan Dewan Keamanan PBB senin kemarin.

Dewan Keamanan menekankan perlunya pertanggung jawaban dari seluruh pihak yang terlibat dalam serangan tersebut dan membawa mereka ke pengadilan.  Dewan Keamanan menegaskan setiap tindakan terorisme adalah kriminal dan tak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi para pelaku.

Pada Jumat pekan lalu, serangan bom terjadi di sebuah masjid di Distrik Haska Mena, Provinsi Nangarhar. Setidaknya 69 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Pekan lalu Misi Bantuan PBB di Afghanistan merilis laporan yang mendokumentasikan jumlah korban sipil di Afghanistan antara Januari hingga September. Jumlahnya merupakan yang tertinggi, yakni mencapai lebih dari 8 ribu korban sipil. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: