Dewan Hak Asasi Manusia PBB merilis daftar perusahaan yang beroperasi di wilayah permukiman Israel di Tepi Barat, Rabu kemarin. Hukum internasional memandang permukiman tersebut illegal sehingga tidak boleh ada perusahaan yang beroperasi di tanah jajahan.

Terdapat lebih dari 100  perusahaan yang masuk dalam daftar Dewan HAM PBB. Sebanyak 94 perusahaan di antaranya berbasis di Israel, sementara sisanya bermarkas di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Prancis.

Beberapa perusahaan yang terdata Dewan HAM PBB merupakan perusahaan internasional. Perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan seperti Airbnb, Expedia, dan TripAdvisor tercantum dalam daftar. Perusahaan telekomunikasi Motorola juga tertera dalam deretan nama perusahaan yang tercatat Dewan HAM PBB.

Laporan mengenai daftar perusahaan yang beroperasi di permukiman Israel di Tepi Barat telah cukup dinanti. Awalnya laporan tersebut dijadwalkan dirilis tahun lalu. Namun tertunda karena adanya ketakutan bahwa perusahaan-perusahaan itu dapat menjadi target boikot atau divestasi. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: