PBB menyatakan bahwa pendudukan Israel terhadap Palestina merupakan pendudukan terpanjang di dunia modern. Komunitas internasional memiliki tanggung jawab segera mengakhiri hal tersebut. Hal itu disampaikan Micharl Lynk, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina saat menguraikan laporannya di Majelis Umum PBB, Rabu kemarin.  Ia menjelaskan bahwa Israel telah menduduki Palestina selama 52 tahun.

Menurutnya, komunitas internasional masih enggan mengambil tindakan tegas atas pendudukan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Terkait hal tersebut, dia merekomendasikan masyarakat internasional menyusun daftar tindakan pencegahan yang efektif serta sesuai dan proporisonal dengan keadaan.

Pada kesempatan itu, dia turut menyuarakan kekhawatirannya tentang aneksasi sebagian atau seluruh wilayah Tepi Barat oleh Pemerintah Israel. Lynk mengatakan tingkat kekerasan yang dilakukan para pemukim Israel di sana telah meningkat.  Tak hanya pemukim, pasukan keamanan Israel juga mengintensifkan penggerebekan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Mereka menangkap dan melakukan penahanan secara sewenang-wenang.

Di Yerusalem Timur, Israel terus menggusur dan menghancurkan rumah atau bangunan milik warga Palestina. Lynk mencatat, sejak akhir April, Israel telah merobohkan lebih dari 100 bangunan warga Palestina di Yerusalem Timur.

Tujuan dari penggusuran dan pembongkaran itu tak lain untuk mengubah komponen dan keseimbangan demografis Yerusalem. Israel ingin mengikis keberadaan warga Palestina dan memperkuat mayoritas Yahudi di Yerusalem Timur. (internasiona.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: