Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan ada setidaknya 94 ribu warga sipil yang telah pulang ke daerah-daerah yang dibebaskan melalui operasi anti-teror Turki di Suriah utara selama 10 hari terakhir. Hal ini disampaikan Juru Bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan Jens Laerke sebagaimana dilansir media turki hari kemarin.

Laerke menjelaskan, pada awal operasi musim semi yang diluncurkan Turki, ada lebih dari 200 ribu orang yang telah meninggalkan rumah mereka. Namun dia mengakui saat ini masih ada lebih dari 100 ribu orang terlantar.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operation Peace Spring atau operasi muslim semi di Suriah utara di sebelah timur Sungai Efrat untuk mengamankan perbatasan Turki. Operasi itu juga untuk membantu pengembalian pengungsi Suriah yang aman, dan memastikan integritas teritorial Suriah.

Pada 17 Oktober, Ankara setuju dengan Washington untuk meminta kelompok milisi Kurdi, menarik diri dari zona aman yang direncanakan. Pada 22 Oktober, Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana milisi Kurdi akan mundur 30 kilometer di selatan perbatasan Turki dan Suriah dalam waktu 150 jam. Pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sepanjang perbatasan. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: