Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengumumkan pembentukan Komisi Konstitusi Suriah yang terdiri dari perwakilan rezim, oposisi dan masyarakat sipil. Pembentukan komisi ini bertujuan meninjau kembali konstitusi dan menemukan solusi politik untuk mengakhiri konflik bersenjata yang sudah berjalan delapan tahun. Hal ini sebagaimana diungkapkan Antonio kepada wartawan di markas besar PBB di New York. Antonio menambahkan bahwa utusannya akan membentuk komisi konstitusi dalam beberapa pekan mendatang.

Komisi tersebut, jelasnya, terdiri dari 150 anggota, dengan rincian 50 anggota dari rezim di Damaskus, 50 dari kubu oposisi, dan 50 lainnya Utusan Khusus PBB. Tujuan pembentukan ini untuk memperhitungkan pandangan para pakar dan perwakilan masyarakat sipil.

Akan tetapi, para analis ragu terobosan dapat dicapai ketika Presiden Bashar al-Assad yang didukung Rusia memperketat cengkeraman kekuasaan.

Departemen Luar Negeri Amerika menyambut pengumuman Antonio ini. Menteri Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini  juga menyambut baik pengumuman itu dan mengatakan bahwa rencana itu bisa memberi harapan lagi kepada Suriah. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: