Pegiat Uighur Ferkat Jawdat mengatakan para pemimpin dunia harus melakukan tindakan lebih keras mengenai cara Cina menggunakan pemantauan teknologi canggih untuk mengawasi dan menindas etnis minoritasnya. Ibu Jawdat belakangan ditahan. PBB mengatakan lebih dari satu juta orang Uighur dan Muslim lain telah ditahan di kompleks besar yang dibangun di Xinjiang sejak 2017.

Pusat Study Internasional menyebutkan bahwa  orang Uighur digunakan untuk kerja paksa. Beijing telah membantah pemerintah telah melakukan penganiayaan dan menyatakan lokasi tersebut adalah pusat pelatihan keterampilan.

Namun, mantan tahanan menggambarkan mereka diinterogasi, disiksa dan diindoktrinasi secara brutal. Jawdat adalah seorang insinyur perangkat lunak yang pindah ke Amerika Serikat pada 2011 bersama tiga saudaranya untuk bergabung dengan ayahnya. Ayahnya, Minaiwaier Tuersun, pernah dikirim ke satu kamp. Hal ini diungkapkan Jawdat, yang berbicara dalam acara tahunan Thomson Reuters Foundations, Trust Conference, di London, Kamis kemarin.

Ia percaya banyak orang menjadi sasaran karena memiliki keluarga di luar Cina. Setelah ia mulai mengkritisi pemerintah Cina, ibunya dihukum tujuh tahun penjara, dan seorang bibi serta pamannya sampai delapan tahun penjara.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: