Pencemaran udara akibat kebakaran hutan dan lahan di Kota Pekanbaru makin parah. Ibu kota Provinsi Riau itu menguning membuat sejumlah warga kota mulai mengungsi demi kesehatan mereka. sebagian warga ada yang mengungsi hingga ke Jakarta. Hal ini sebagaimana diungkapkan Silviawati seorang warga yang ditemui media di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Jumat kemarin.

Ia mengungkapkan, kualitas udara sudah sangat buruk akibat kabut asap. Selain bau asap menyengat menyesakkan pernafasan, penampilan Kota Pekanbaru juga tidak lagi cerah melainkan menguning karena asap makin pekat.

Sylviawati dan suaminya memutuskan meninggalkan Pekanbaru karena mempertimbangkan kesehatan dua anak mereka yang masih kecil-kecil.

Selain mengungsi ke Jakarta, warga Pekanbaru juga ada yang memilih pergi ke Provinsi Sumatera Barat.

Kualitas udara di sebagian Pekanbaru dan sejumlah wilayah di Riau dalam kategori berbahaya akibat polusi kabut asap Karhutla. Hingga sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Barat Jumat sore, asap masih terlihat pekat menyelimuti Pekanbaru.

Kondisi paling parah terjadi pada pagi hari karena jarak pandang di Pekanbaru turun drastis hingga tinggal 300 meter. Hal ini sempat membuat sejumlah warga Kota Pekanbaru heboh karena asap yang pekat membuat Jembatan Siak IV tidak terlihat dari pandangan mata. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: