Pengacara bagi dua korban serangan di sebuah masjid di Prancis, Mehana Mouhou menilai kasus serangan masjid harus diperlakukan sebagai kasus terorisme. Kliennya, dua pria yang berusia 74 dan 78 tahun, ditembak pelaku ketika mereka mencegah pelaku membakar masjid di Bayonne. Hal ini sebagaimana dilansir guardian hari kemarin.

Pelaku diidentifikasikan bernama Claude Sinke yang berusia 84 tahun. Dia didakwa dengan percobaan pembunuhan, pembakaran dan kekerasan senjata, bukan pelanggaran terorisme.
Mouhou mengatakan tuduhan itu adalah hasil dari ketidakmampuan peradilan. Dia pun telah berupaya melakukan pertemuan dengan jaksa penuntut negara untuk mendesak agar kasus tersebut terorisme.

Menurutnya, Ada tindakan persiapan di mana dia mengamati masjid dengan motif yang jelas. Sinke pernah menjadi kandidat pemilihan lokal untuk partai sayap kanan Front National pimpinan Marine Le Pen. Dia langsung ditangkap di rumahnya tak lama setelah serangan pada Senin lalu.
Dia dituduh menembak kedua pria. Penembakan pria pertama di leher dan pria kedua di dada. Dia juga membakar sebuah mobil di dekat masjid sebelum melarikan diri dengan mobilnya sendiri. Polisi mengatakan dia telah mengakui kejahatannya tersebut. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: