Kebencian terhadap komunitas muslim masih menjadi masalah sosial di Jerman. Pemerintah Jerman melalui Menteri Integrasi, Annete Widmann-Mauz (Anit widmen mauz) menyatakan keprihatinan terhadap fenomena Islamofobia yang terjadi di negaranya. Ia menyebut hal itu merupakan bahaya nyata bagi kehidupan social.

Dalam pemaparan laporan tahunan mengenai perkembangan integrasi, Widmann-Mauz mengatakan bahwa ekstremisme sayap kanan, anti-Semitisme, dan permusuhan terhadap muslim adalah bahaya nyata yang harus dilawan secara konsekuen dan berkelanjutan. Hal ini diungkapkan Widmann-Mauzz dalam pemaparannya pada hari Selasa kemarin di Berlin.

Ia menambahkan bahwa masyarakat yang bebas dan aman harus menjamin semua orang di tengah perbedaan. Sehingga perbedaan bukan alasan yang menyebabkan rasa takut.  Jerman telah menjadi saksi meningkatnya Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir yang dipicu oleh propaganda kebencian dari partai-partai sayap kanan.

Pada tahun 2018, lebih dari 100 masjid dan institusi keagamaan diserang oleh ekstremis sayap kanan. Polisi mencatat lebih dari 800 kejahatan rasial terhadap muslim tahun lalu, termasuk penghinaan verbal, surat ancaman, dan serangan fisik yang menyebabkan setidaknya 54 muslim terluka.

Komunitas muslim di Jerman mengaku tidak merasa cukup aman di tengah meningkatnya Islamofobia di negara tersebut.

https://m.kiblat.net/

%d blogger menyukai ini: