Negara bagian Kerala di India memiliki banyak masjid yang saling berdekatan. Karena itu, suara azan yang berkumandang pun saling bersahutan dan dinilai menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Para pemimpin Muslim di Kerala membahas hal itu dan berencana menyatukan azan serta membatasi volumenya.

Dilansir media kamis kemarin, Kerala memiliki lebih dari tujuh ribu masjid yang tersebar di seluruh negara bagian. Di banyak daerah yang didominasi Muslim, terutama di Kerala utara, banyak masjid yang letaknya berdekatan.

Azan yang dikumandangkan berdurasi dua menit dan serentak dilakukan bersamaan. Akan tetapi, ada sedikit variasi dalam waktu yang diikuti oleh masing-masing masjid. Di tempat-tempat yang terdapat lebih dari satu masjid, azan kerap dianggap menyebabkan ketidaknyamanan bagi penduduk setempat lantaran semua masjid bergema bersamaan.

Ketua Komite Haji Kerala Muhammed Faizy memprakarsai diskusi untuk menyatukan waktu azan serta membatasi tingkat suaranya. Dengan demikian, kumandang azan tidak menimbulkan gangguan bagi penduduk setempat.

Saran untuk memiliki satu azan tunggal untuk suatu wilayah berdasarkan rotasi oleh masjid-masjid lokal pun muncul. Faizy mengatakan, banyak pemimpin Muslim yang memberikan reaksi positif terhadap pengajuan tersebut. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: