Pengacara asal Kanada, William Schabas, dikritik karena membela Myanmar dalam pengadilan internasional terkait genosida atas etnis Rohingya di Rakhine. Schabas yang merupakan seorang sarjana internasional untuk studi genosida membantah bahwa tidak ada upaya genosida dalam operasi militer Myanmar pada 2017.

Wakil Direktur Asia di Human Rights Watch, Phil Robertson  mengatakan bahwa William Schabas pada dasarnya telah menjual Rohingya untuk pemerintah Myanmar. Ia juga menegaskan bahwa yang dilakukan schabas adalah perilaku terburuk, sangat tidak bermoral, dan bermuka dua.

Pada 2010 Schabas membantu melakukan riset untuk sebuah laporan mengenai serangan sistematis terhadap Rohingya. Dalam riset tersebut, disimpulkan bahwa operasi militer Myanmar telah memenuhi ambang batas kejahatan internasional terhadap kemanusiaan. Bahkan di dalam laporan Aljazeera, scabas pernah mengritik Myanmar dan bersimpati terhadap rohingya. Dalam sidang di, Schabas mencoba untuk mengklarifikasi pernyataannya tahun 2013 dalam film dokumenter Aljazirah, The Hidden Genocide. Dia mengaku didesak untuk membuat pernyataan mengenai kasus genosida.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Schabas menolak kritik yang dilayangkan kepadanya. Pria itu mengatakan dirinya adalah pengacara internasional yang melakukan tugas untuk menangani kasus sesuai hukum internasional. (internasional.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: