Pengadilan Tinggi Uttar Pradesh Utara di India menolak mencabut larangan penggunaan pengeras suara di masjid. Seorang hakim lokal di Uttar Pradesh memberlakukan larangan pengeras suara ini di lembaga-lembaga keagamaan untuk menghindari perselisihan antar komunitas.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi India mengatur kebebasan beragama berhubungan dengan ketertiban sipil. Di antara hal yang diatur adalah pelarangan menggunakan pengeras suara karena khawatir mengganggu hak orang lain.

Manajemen masjid menentang larangan tersebut di Pengadilan Tinggi Allahabad. Mereka hanya meminta izin menggunakan pengeras suara selama lima menit dua kali dalam sehari. Mereka menegaskan menggunakan pengeras suara tidak akan mengancam perdamaian atau menimbulkan polusi suara.

Mereka menyampaikan, menggunakan pengeras suara untuk mengumandangkan azan adalah bagian dari ritual keagamaan. Hal ini perlu dilakukan guna mengingatkan masyarakat waktu untuk shalat. Dilansir media rabu kemarin, Pengadilan Tinggi tetap menolak mencabut larangan tersebut.

https://khazanah.republika.co.id/

%d blogger menyukai ini: