Pengadilan Kriminal Internasional telah menyetujui penyelidikan penuh atas dugaan kejahatan Myanmar terhadap Rohingya. Keputusan tersebut diambil setelah mendapat tekanan hukum yang meningkat di seluruh dunia terkait nasib  kelompok etnis minoritas Muslim Rohingya.

Hakim Pengadilan Kriminal Internasional pada hari Kamis kemarin mendukung penyelidikan kejahatan terhadap muslim Rohingya.

Keputusan Pengadilan Kriminal Internasional muncul setelah Aung San Suu Kyi, pemimpin sipil Myanmar secara de-facto, digugat Argentina atas kejahatan terhadap Rohingya. Selain itu, Myanmar menghadapi gugatan genosida terpisah di pengadilan tinggi PBB.

Lebih dari 740 ribu Rohingya terpaksa mengungsi dari perbatasan ke kamp-kamp yang luas di Bangladesh, dalam kekerasan yang menurut para penyelidik PBB dianggap sebagai genosida.

Pengadilan Kriminal Internasional yang bermarkas di Den Haag, yang didirikan pada 2002 untuk mengadili kejahatan terburuk dunia, mengatakan pihaknya “memberi wewenang kepada jaksa penuntut untuk melanjutkan penyelidikan atas dugaan kejahatan yang berkaitan dengan Myanmar. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: