Human Rights Watch atau pengawas hak asasi manusia mengecam kondisi yang dialami warga etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya di China. Hal itu dia katakan dalam laporan tahunan yang tercatat tentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di seluruh dunia.

Direktur Eksekutif Human rights watch Kenneth Roth mendeskripsikan serangkaian kekejaman yang dilakukan oleh Beijing terhadap etnis muslim uighur. Selain itu, dia menyinggung pelanggaran batas serius oleh pihak berwenang atas kebebasan terbatas Hong Kong. Hal ini sebagaimana diungkapkan media rabu kemarin.

Pakar dan juru kampanye PBB mengatakan, bahwa sekitar 1 juta warga Uighur dan minoritas lainnya, sebagian besar Muslim, telah dikurung di Xinjiang.  PBB kemudian mendesak para pemimpin asing dan organisasi internasional untuk lebih menekan pemerintah China.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: