Pengungsi Rohingya menuduh mantan ikon demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, berbohong kepada Mahkamah Internasional dalam kesaksiannya. Aung San suu kyi dalam kesaksiannya menyangkal bahwa angkatan bersenjata negaranya bersalah atas genosida atau pembersihan etnis terhadap kelompok minoritas yang kebanyakan Muslim. Selain itu, Aung san suu kyi juga menyangkal bahwa tentara telah membunuh penduduk sipil, memperkosa perempuan, dan membakar rumah-rumah. Hal ini sebagaimana dilansir Aljazeera hari kemarin.

Mohammed Mohibullah, ketua Masyarakat Arakan untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia, mengatakan bahwa dunia akan memberikan bukti nyata bahwa yang dilakukan militer Myanmar adalah genosida. Dia juga menambahkan bahwa Pencuri tidak akan pernah mengakui dia adalah pencuri, tetapi keadilan dapat diberikan melalui bukti. Hal ini diungkapkan Mohammad mohibullah di kamp pengungsi Kutupalong di distrik Cox’s Bazar di Bangladesh.

Hal yang sama juga diungkapkan Akila Radhakrishnan, presiden di Pusat Keadilan Global di New York. Dia menjelaskan bahwa beberapa agensi dan pakar independen, serta masyarakat Rohingya sendiri, telah mendokumentasi pembunuhan massal, pemerkosaan luas, dan penghancuran total terhadap penduduk sipil tak bersalah. (hidayatulloh.com/admin)

%d blogger menyukai ini: