Telah disabdakan oleh nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam, bahwa kelak penghuni neraka kebanyakan adalah para wanita. Dan kebanyakan yang masuk neraka adalah wanita-wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori,

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ، قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَط

“diperlihatkan kepadaku neraka oleh Alloh, maka ternyata kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita yang kufur.’ Nabi ditanya: ‘apakah mereka kufur kepada Allah?”, beliau menjawab: “mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya, kalau engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka para istri, selama waktu yang panjang, kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu yang tidak dia sukai, niscaya dia akan berkata; ‘aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.”

Para pendengar yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum

Tak hanya kufur kepada kebaikan suami, para wanita muslimah yang telah berkelurga digarap sedemikian rupa. Sadar atau tidak, wanita-wanita itu dijauhkan dari kewajiban rumah tangga dan kewajiban untuk suaminya. Mereka menjadi tidak mau melahirkan, malu punya anak banyak, dan sangat materialistis. Ujung-ujungnya banyak pertengkeran suami istri di rumah.

Tengoklah, para wanita muslimah dijejali tontonan-tontonan infotainment berisi gossip, ghibah alias menggunjing, agar para wanita terasuki kemudian mengikuti kehidupan artis-artis. Dan tujuan ke arah itu telah sukses terlaksana. Toh, akhirnya banyak wanita yang ingin menjadi penyanyi, tidak malu lenggang-lenggok mengumbar aurat.

Para pendengar yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum

Perhatikanlah dengan seksama kenyataan yang kita saksikan sekarang! Para wanita semakin menjauh dari agamanya, para wanita semakin merusak dirinya sendiri dengan perilaku-perilaku jelek atau perilaku yang dilarang oleh agama.

Pengrusakan terhadap para wanita ini memang disengaja oleh para perusak, dengan tujuan agar mereka yang kebanyakan muslimah itu, semakin jauh dari agama dan agar wanita-wanita itu tidak lagi menunaikan kewajiban-kewajibannya.

Lihatlah para remaja muslimah kita! Mereka digiring untuk mencintai music, menonton pertunjukan-pertunjukan konser music dimana-mana. Mereka juga digiring untuk menjadi penyanyi-penyanyi, mengikuti audisi-audisi jadi bintang sinetron dengan diiming-imingi kepopuleran, kekayaan, atau fasilitas yang menggiurkan. Inilah realitasnya, remaja-remaja muslimah kita dicekoki pesona kenikmatan dunia, dijauhkannya dari pelajaran akhlak mulia, serta dijauhkan dari ilmu-ilmu yang bermanfaat. Mereka cinta dunia dan tak kenal akherat.

Para pendengar yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum

Perusakan bentuk lain ialah melalui busana wanita. Lihatlah, agar para wanita muslimah anti dengan busana yang menutupi aurat, orang-orang bejat atau syetan dari golongan manusia menciptakan busana yang semenarik mungkin, yaitu busana yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh.

Sampai yang ngetrend sekarang adalah celana legging. Ia adalah jenis celana yang sangat ngepres dengan bentuk kaki, terbuat dari bahan nylon, lycra atau polyester. Jika seorang wanita memakai pakaian ini, kakinya akan terbentuk dengan jelas seperti tidak memakai penutup sama sekali. Hanya terlihat warna di kaki menandakan si wanita sesungguhnya memakai celana.

Celana legging ini dipromosikan sedemikian rupa, bahkan ada satu tabloid yang memaparkan tentang betapa istimewanya celana ini. Sampai ditulis begini, “… legging bisa membuat penampilan biasa menjadi luar biasa. Yang jelas legging memang membuat tampilan menjadi lebih simple dan cantik.”

Untuk menambah betapa menariknya celana legging ini, maka ditampilkanlah artis-artis luar yang sedang memakai celana tersebut dengan aneka model. Tujuannya tidak lain, agar semakin banyak wanita muslimah yang tertarik lalu ikut memakainya.

Buktinya sekarang ini kita menyaksikan banyak sekali dari kalangan wanita muslimah wara-wiri di depan umum dengan mengenakan celana legging dan baju atasan yang ngepres, sedang jilbabnya sangat pendek.

Para pendengar yang budiman rohimaniyallohu wa iyyakum

Inilah yang disebut dalam hadist sebagai “berpakaian tetapi telanjang”. Wanita-wanita ini tidak masuk dalam surga, bahkan mencium wanginya saja tidak akan.

Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat sebelumnya; sebuah kaum yang membawa cemeti seperti layaknya ekor-ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukuli manusia, kemudian wanita yang mengenakan pakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok ketika berjalan, kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang condong; wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya, padahal sungguh aroma surga dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” Hadis riwayat Muslim.

Sabda nabi, “kasiyatun ‘ariyatun” telah ditafsirkan sebagai berikut:

  1. Bahwa mereka itu berpakaian dengan pakaian yang pendek yang tidak menutupi aurat yang seharusnya ditutupi
  2. Mereka mengenakan pakaian tipis yang tidak menutupi kulitnya dari pandangan orang yang memandang
  3. Mereka mengenakan pakaian ketat yang memang menutupi kulit dari pandangan, namun menampakkan lekuk dan bentuk kemolekan tubuh.

Oleh sebab itu tidak boleh bagi wanita muslimah mengenakan pakaian-pakaian ketat, kecuali hanya di hadapan suaminya saja, karena diantara suami istri tidak ada aurat, berdasarkan firman Alloh subhanahu wa ta’ala dalam al quran surat al mu’minun ayat ke lima dan ke enam:

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦

“5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya 6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela”

Wallahu A’lam

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: