Malaysia dikabarkan tidak bisa lagi menerima pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar. Hal ini dilakukan lantaran Malaysia mengaku alami kesulitan ekonomi dan sumber daya yang semakin menipis akibat pandemi virus Covid-19. Hal ini diungkapkan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang diselenggarakan secara virtual, Jumat kemarin.

Malaysia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim telah lama menjadi tujuan favorit bagi warga Rohingya. Muslim Rohingya menyelamatkan diri untuk mencari penghidupan yang lebih baik setelah menjadi korban genosida yang dipimpin militer Myanmar pada 2017 di kampung halaman mereka. Tak sedikit pula pengungsi Rohingya yang tak tahan tinggal kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, sehingga memutuskan lari ke Malaysia.

Akan tetapi, Malaysia yang tidak mengakui status pengungsi, baru-baru ini menolak perahu dan menahan ratusan warga Rohingya, di tengah meningkatnya kemarahan terhadap orang asing yang dituduh menyebarkan virus corona dan menghabiskan dana negara.

Muhyiddin meminta badan pengungsi PBB atau UNHCR untuk mempercepat penempatan kembali pengungsi Rohingya di Malaysia ke negara ketiga.

UNHCR mengatakan ada lebih dari 100 ribu pengungsi Rohingya di Malaysia meskipun kelompok HAM mengatakan jumlahnya lebih tinggi. Muhyiddin juga menyerukan lebih banyak upaya untuk memerangi perdagangan manusia yang melibatkan etnik Rohingya. (islampos.com/admin)

%d blogger menyukai ini: