Banyak sekali permainan-permainan sihir tradisional yang berkembang di zaman modern ini. Mereka sengaja menjadikan permainan tersebut sebagai warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Bahkan, permainan tersebut sengaja dipertontonkan di depan khalayak umum kesenian tradisional sebagai wahana penghasil devisa. Tidak jarang para turis manca negara datang hanya demi menyaksikan permainan sihir yang kental dengan mistik dan kesyirikan.

Di negeri ini ada beragam permainan sihir dari berbagai daerah. Di antaranya adalah: Pertama, adalah permainan kuda lumping

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan. Permainan tersebut berasal dari tradisional tanah Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini, dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling (pecahan kaca) dan kekebalan tubuh terhadap cambukan pecut.

Sebelum pertunjukan dimulai, seorang pawang hujan akan melakukan ritual syirik untuk menahan hujan karena biasanya pertunjukan dilakukan di lapangan terbuka. Selain itu, mereka harus meminum air mantra yang menjadikan mereka kesurupan.

Itulah kesyirikan besar yang telah menjadi budaya masyarakat negeri ini. Penggunaan sihir dalam permainan kuda lumping merupakan amalan syirik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bukan sekedar itu, permainan kuda lumping membahayakan pelakunya. Tidak jarang para pemain kuda lumping mengalami cidera setelah jin yang merasuki mereka keluar. Begitu juga hati mereka selalu tergantung, takut, berharap kepada jin yang ingkar kepada Alloh .

Permainan sihir Kedua adalah Reog. Permainan reog berasal dari daerah Ponorogo Jawa Timur. Biasanya dalam sebuah pertunjukan reog terdiri dari seorang pemimpin dan disertai sekitar dua puluh hingga tiga puluh orang. Adegan reog selalu diiringi dengan musik gamelan.

Pertunjukan inti di dalam tarian reog adalah penampilan singa barong yaitu salah satu pemain memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigitan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan mistik yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

Di dalam Islam, tidak ada ritual bertapa sebagaimana yang banyak dilakukan para pemain reog untuk bisa membawa mahkota Barong. Begitu juga ibadah puasa hanya boleh ditujukan kepada Alloh dengan ketuntuan yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan As Sunnah.

Jika ada seseorang yang melakukan ritual baik bertapa, puasa, wirid-wirid, dan semisalnya bukan kepada Alloh maka ritual tersebut adalah bentuk kesyirikan beribadah kepada Alloh . Padahal, di dalam Islam segala macam aktivitas hanya boleh dipersembahkan kepada Alloh . Hal ini Alloh berfirman di dalam surat al An’ ayat 162:

 

“Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

 

Selain itu, musik-musik yang mengiringi pertunjukan reog merupakan kemungkaran yang menjadikan pelaku dan penontonnya terlena dari berdzikir mengingat Alloh .

 

Jenis permainan sihir Ketiga, adalah permainan Jailangkung.

 

Jailangkung diartikan sebagai boneka (orang-orangan) yang dilengkapi alat tulis di bagian tangan atau tengahnya, digunakan untuk memanggil arwah untuk masuk ke dalam boneka tersebut, kemudian akan berlangsung tanya jawab. Jawaban sang arwah diberikan melalui tulisan tangan.

Keberadaan tradisi Jailangkung ini sudah berusia 1.500 tahun. Bukan hanya sekadar menjadi permainan, namun lebih difungsikan sebagai media untuk bertanya tentang peruntungan atau ramalan. Nama Jailangkung, konon dianggap berasal dari bahasa Tionghoa “Cai Lan Gong” yang bisa diartikan secara harfiah sebagai “Arwah Keranjang Sayur” karena bentuk Jailangkung di Tiongkok sedikit berbeda dengan bentuk Jailangkung yang populer di Indonesia.

Permainan Jailangkung ini biasanya dimainkan oleh tiga atau empat orang. Orang yang nantinya membaca mantra untuk memanggil arwah adalah orang yang menggendong boneka serta mempersiapkan alat tulis. Permainan Jailangkung ini sering dimainkan di tempat yang angker dan pada malam hari.
Permainan jailangkung adalah permainan berbahaya. Pasalnya, orang yang memainkan Jailangkung akan mengalami kejadian aneh seperti kesurupan bahkan diteror berkali-kali oleh hantu yang dipanggil saat bermain Jailangkung.

 

Di dalam permainan jailangkung para pelakunya membacakan mantra-mantra untuk memanggil jin. Ritual pemanggilan jin ini tentu disertai dengan pengagungan terhadap jin. Bahkan, tidak jarang mereka meminta perlindungan kepada jin agar tidak mengganggunya dengan beragam ritual atau persembahan. Permainan mistik ini jelas sekali bertentangan dengan Islam. Alloh berfirman di dalam surat al Jin ayat enam.

 

“Bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”

 

Masih banyak sekali permainan-permainan mistik yang kental dengan kesyirikan. Seperti bambu gila, bola api, debus, dan lain-lain. Oleh karena itu, sebagai umat islam wajib bagi kita menjauhi berbagai budaya yang mengandung kesyirikan. Hal ini bukan berarti seorang muslim tidak mencintai budaya bangsa. Selama budaya masyarakat tidak bertentangan dengan ajaran Islam, maka tidak mengapa kita melestarikannya. Namun, jika budaya tersebut adalah budaya setan dan kesyirikan, maka wajib kita tinggalkan dan beralih dengan budaya yang mencerahkan bangsa dan Negara sebagaimana budaya yang diajarkan Islam.

Semoga uraian singkat tentang permainan sihir dalam tinjauan Islam tersebut bisa menjadi benteng keiman yang memagari kita dari berbagai budaya kesyirikan. Wallahu a’lam.

Ust. Hawari

Saudaraku….

Lihatlah secara seksama apa yang sedang terjadi disekitar kita.

Kedzoliman, kemaksiatan, dosa yang dianggap biasa, haram jadi halal, yang halal diharamkan.sunah dianggap bidah, bidah diangaap sunah. Yang salah jadi benar yang benar disalah-salahkan.

Inilah gelombang keterpurukan ruhani yang terus bergulir ditengah-tengah kita bak air bah yang tak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu………

Sudah saat nya kita bergerak…..

Sudah waktunya kita bekerja…

Sudah saatnya kita berdakwah…

Mari bergabung bersama radio Fajri Bandung dalam Mega proyek dakwah melalui udara dengan cara mentransferkan sebagian harta Anda kepada kami melalui BANK MUAMALAT no rekening 146-000-1648 a / n PT RADIO SWARA CAKRAWALA SANGKURIANG

“Bersama Fajri Belajar Islam menjadi Mudah, Bersama Fajri Infak Anda Insya Alloh berkah dan terarah” ( Radio fajri 1458 am dan www.fajribandung.com )

%d blogger menyukai ini: