Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan bahwa kebencian terhadap kelompok muslim semakin mengkhawatirkan. Hal ini diutarakannya melalui pidato saat memimpin Kelompok Kerja Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk Perdamaian dan Dialog, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-74, pada Senin kemarin.

Retno menjelaskan bahwa retorika bernuansa politik membenci kelompok Muslim tidak sesuai dengan nilai demokrasi dan kemajemukan, sehingga hal itu semakin mengkhawatirkan.

Rapat Kelompok Kerja OKI ini dilangsungkan untuk mengesahkan rancangan Rencana Aksi untuk Melawan Islamophobia, Diskriminasi Agama, Intoleransi dan kebencian terhadap kelompok Muslim tahun 2020 hingga 2023.

Draft ini sebelumnya telah dibahas dan disepakati oleh Pertemuan Pertama Kelompok Kerja OKI untuk Perdamaian dan Dialog yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 29 hingga 30 Juli 2019 lalu. Negara-negara OKI pun memberikan apresiasi yang besar atas kepemimpinan dan prakarsa Indonesia yang menjadi tuan rumah pertemuan pertama Kelompok Kerja OKI tersebut.

Dikutip dari webiste resmi Kementerian Luar Negeri, inisiatif Indonesia tersebut lahir dari keprihatinan semakin banyaknya tindak kekerasan yang didasarkan pada sentimen agama, termasuk tragedi di Christcurch, Selandia Baru.

Menlu Retno menegaskan bahwa pengesahan rencana kerja tersebut nantinya akan membawa 2 pesan penting. Yang pertama yaitu konsolidasi komunitas Muslim untuk menegakkan nilai Islam yang damai dan toleran. Menurutnya, pemimpin komunitas Islam harus bersuara keras dan tegas untuk melawan aksi kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam.

Sedangkan yang kedua, Negara Islam harus mempromosikan wajah Islam yang sesungguhnya yaitu Islam yang rahmatan Lil-alamin kepada dunia. Retno menjelaskan, Negara Islam harus berani menyampaikan pesan yang tegas bahwa terorisme dan ektrimisme tidak ada kaitannya dengan agama dan ajaran Islam.

sumber: kilblat

 

%d blogger menyukai ini: