Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO Saeb Erekat mengutuk langkah Amerika Serikat yang tak lagi memandang permukiman Israel di wilayah Palestina ilegal. Dia menegaskan, apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina jelas melanggar hukum internasional.
Erakat menjelaskan bahwa Permukiman Israel mencuri tanah Palestina telah merebut, dan mengeksploitasi sumber daya alam Palestina. Selain itu, Israel telah memecah belah, memindahkan, dan membatasi pergerakan rakyat Palestina. Hal ini diungkapkan Erekat dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, kemarin. Saat ini, PLO merupakan faksi Palestina yang menguasai Tepi Barat, wilayah yang paling kerap terdampak permukiman ilegal Israel.

Menurut Erekat, langkah Amerika dinilai mengancam sistem internasional. Sebab, hukum dan sistem internasional, termasuk di dalamnya resolusi Dewan Keamanan PBB dan putusan Mahkamah Internasional, jelas mendefinisikan permukiman Israel ilegal.

Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza juga mengecam amerika. Hal ini diungkapkan juru bicara Hamas Hazim Kasim dalam sebuah pernyataan pada Senin kemarin.
Kasim menyatakan secara tegas, permukiman Israel di wilayah Palestina adalah kejahatan perang. Ia mengatakan Israel mengusir pemilik tanah dan membangun permukiman menggunakan kekuatan serta membawa warga Yahudi ke sana dari seluruh dunia.

Saat ini terdapat lebih dari 100 permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Permukiman itu dihuni sekitar 650 ribu warga Yahudi Israel. Masifnya pembangunan permukiman ilegal, termasuk di Yerusalem Timur, dinilai menjadi penghambat terbesar untuk mewujudkan solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: