Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO, Saeb Erekat, menyatakan keputusan Amerika dan kebijakan dikte Israel merugikan palestina.

Sebab Palestina punya kehendak nasional berdasarkan hak historis dan internasional. Erekat menyinggung salah satu kebijakan Amerika yakni soal legalisasi permukiman Israel yang disampaikan Menlu Amerika Mike Pompeo. Menurutnya hal itu mengabaikan hukum internasional yang telah dibuat sebelumnya tentang Yerusalem.

Kebijakan-kebijakan Amerika adalah upaya untuk mengubah kebenaran dan konsensus internasional. Erekat pun mengecam keputusan Amerika tersebut dan menganggapnya sebagai upaya untuk melegalkan pencurian, pembajakan, dan mengambil hak-hak orang lain dengan kekuatan senjata.

Karena itu pula, kebijakan tersebut ditolak sepenuhnya oleh kepemimpinan Palestina dan komunitas internasional.

Menurut Erekat, konflik Palestina dan Israel bisa memunculkan solusi jika pihak Israel mematuhi perdamaian berdasarkan hukum internasional. Tentunya juga tidak ada tindakan mendikte, tidak ada penerapan rezim apartheid dan rasis. Sebab menurutnya hal itu akan tumbang pada waktunya.

Erekat melakukan pertemuan dengan anggota Parlemen Amerika dari California pada Rabu waktu setempat. Erekat menyebutkan dalam kesempatan itu bahwa mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina yang diakui oleh Amerika adalah solusi atas konflik yang terjadi selama ini. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: