Kampus menjadi salah satu tempat yang banyak dijadikan tempat untuk melakukan protes anti-pemerintah atas Undang-Undang Kewarganegaraan di India. Banyak mahasiswa dicari oleh petugas keamanan sehingga membuat resah warga kampus. Hal ini sebagaimana diungkapkan mahasiswa di universitas Jamia Millia Islamia yang terkenal di New Delhi.

Banyak protes dan terus menerus terjadi di dalam dan sekitar universitas. Beberapa dari mereka sekarang khawatir akan keselamatan setelah bentrokan dengan polisi dan gerombolan yang tidak dikenal dalam beberapa pekan terakhir. Mereka yang berada di kampus pun saling melacak satu sama lain menggunakan perangkat seluler untuk memastikan rekan mereka aman.

Bulan lalu polisi menerobos masuk ke institusi pendidikan dan menembakkan peluru gas air mata kepada sejumlah mahasiswa yang memblokade pintu dan bersembunyi di dalam kamar mandi. Berminggu-minggu setelah kekerasan, sebagian besar perguruan tinggi tetap sepi. Beberapa orang tua menolak untuk mengizinkan anaknya ke universitas.

Di luar ibu kota, protes juga meletus di perguruan tinggi di Mumbai, Bengaluru, Kolkata, dan Chennai. Dalam beberapa kasus mereka telah tumpah ke alun-alun kota terdekat. Warga memegang bendera India dan menuntut pencabutan Undang-Undang yang dinilai diskriminatif terhadap Muslim.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: