Polisi antiteror Inggris mencabut panduan resmi ekstrimis terkait muslim. Di dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa muslim yang meyakini umat muslim sedang tertindas bisa dijadikan kategori muslim ekstremes. Polisi antiterorisme di Inggris tenggara mengeluarkan dokumen setebal 12 halaman berjudul Menjaga kaum muda dan orang dewasa dari ekstremisme.

Dokumen tersebut mencantumkan sejumlah kelompok muslim dan contoh perilaku ekstremis yang harus diwaspadai.  Panduan ini dikeluarkan sebagai bagian dari strategi pencegahan pemerintah.

Dokumen ini lantas dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia yang menyebutnya merusak kebebasan berpendapat dan diskriminasi. Kelompok HAM serta Dewan Muslim Inggris mengklaim panduan ini bisa mempengaruhi kepercayaan normatif Muslim. Mereka mengkhawatirkan bahwa muslim yang berbicara tentang Muslim Uighur atau tentang diskriminasi terhadap Muslim di India, bisa dikatikan dengan radikalisasi.

Kelompok HAM Liberty menyebut isi dokumen itu berlebihan jika mereka yang mengekspresikan pandangan umat Islam tertindas sebagai radikal. Hal ini menurut lembaga tersebut, bisa merongrong kebebasan berekspresi, dan menabur ketidakpercayaan di antara masyarakat.

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: