Paris, Perancis – Pihak berwenang Prancis mengumumkan penutupan 7 masjid di seluruh negeri. Penutupan ini setelah pemerintah memberlakukan Undang-Undang Anti-Terorisme yang disahkan oleh parlemen pada Oktober 2017 lalu.

Hal itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan pada Rabu kemarin. Tidak hanya itu, pasukan keamanan juga menggerebek 93 rumah yang penghuninya diduga berpotensi melakukan kegiatan terorisme.

Sementara sebanyak lebih dari 100 orang dikenai tahanan rumah atas tuduhan yang sama. Kementerian dalam Negeri Perancis juga mengklaim menggagalkan 10 rencana serangan teror. Mereka mengklaim serangkaian pencapaian ini, diraih setelah Undang-Undang Anti-Terorisme berlaku.

Undang-undang ini memberi kelonggaran kekuasaan otoritas administratif dan polisi untuk mengidentifikasi orang-orang yang dianggap berpotensi mengancam keamanan. Kemudian, dilakukan verifikasi identitas dan penangkapan tanpa persetujuan pengadilan. Undang-Undang tersebut juga memberi wewenang pemerintah lokal dan polisi melakukan penggerebekan dan penutupan tempat ibadah. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: