Otoritas Nasional Great March of Return di Jalur Gaza yang diduduki mengatakan bahwa protes Palestina di sepanjang perbatasan jalur pendudukan dibatalkan karena kondisi keamanan yang sangat berbahaya. Pihak berwenang menambahkan bahwa pembatalan itu datang setelah ancaman baru-baru ini oleh Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu untuk meluncurkan serangan baru terhadap Gaza.

Pekan lalu, Netanyahu memperingatkan dia akan melancarkan serangan baru di Jalur Gaza setelah dua roket dilaporkan ditembakkan dari Gaza ke permukiman perbatasan “Israel”.

Antara 12 dan 14 November, “Israel” melancarkan agresi di Gaza, menewaskan 35 orang, termasuk delapan anak-anak dan tiga wanita, serta 111 lainnya terluka.

Protes itu dibatalkan dua pekan sebelumnya setelah terjadi gejolak antara “Israel” dan Hamas. Sejak protes dimulai pada Maret 2018 setidaknya 346 warga Palestina telah gugur oleh tembakan “Israel” di Gaza, lebih dari setengahnya selama demonstrasi perbatasan. (arrahmah.com/admin)

%d blogger menyukai ini: