Sedikitnya enam orang tewas dalam serangkian aksi demontrasi di timur laut India untuk menentang undang-undang kewarganegaraan yang mendiskriminasi Muslim. Para demonstran yang marah bersumpah untuk melanjutkan demonstrasi menentang undang-undang yang baru disahkan itu.

Ketegangan masih tinggi di kota Guwahati, kota terbesar negara bagian Assam di timur laut India. Polisi memberlakukan pengamanan ketat di daerah tersebut dan menggelar patroli rutin.

Undang-undang baru yang disahkan oleh parlemen pada Rabu lalu itu memungkinkan pemerintah India memberi kewarganegaraan kepada jutaan imigran ilegal dari tiga negara tetangga, asalkan mereka bukan Muslim. Negara-negara ini adalah Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan.

Sekitar lima ribu orang berpartisipasi dalam demonstrasi baru di Guwahati pada Ahad dengan penjagaan ketat ratusan polisi.

Undang-undang itu menimbulkan ketakutan umat Islam, dan perubahan yang diusulkan itu menimbulkan protes di mana penduduk yang tidak puas dengan masuknya umat Hindu dari Bangladesh yang akan mendapatkan manfaat dari hukum.

Pers Trust India melaporkan bahwa sekitar 35 orang terluka dalam bentrokan dan dibawa ke rumah sakit, sementara pihak berwenang mengatakan bahwa sekolah-sekolah di daerah itu akan ditutup pada Senin.

Polisi juga memasuki Universitas Islam Jamia Melia di Delhi setelah bentrokan untuk menangkap beberapa orang, meskipun universitas mengatakan bahwa para siswanya tidak berpartisipasi dalam kekerasan.

https://www.kiblat.net/

%d blogger menyukai ini: