Puluhan ribu warga Suriah di provinsi Idlib melanjutkan aksi anti-Rusia dan rezim Bashar Assad. Mereka menentang operasi penghancuran yang diluncurkan rezim dan Rusia di Idlib.

Aksi tersebut digelar serentak di sejumlah kota dan desa di provinsi Idlib seusai Salat Jumat kemarin. Mereka menggambarkan, operasi militer yang digulirkan Rusia dan rezim sebagai penjajahan.

Demonstrasi meliputi kota Jisr Al-Shughour, Ariha, Ma’rat Al-Nu’man, Kafr Taharim dan Sarmada. Tak ketinggalan pusat kota Idlib, desa perbatasan Atma, dan sejumlah kota. Selain di Idlib, aksi tersebut juga digelar warga di pedesaal Aleppo barat yang masuk bagian zona de-eskalasi.

Warga membawa spanduk dalam bahasa Arab, Inggris dan Turki. Tulisan itu berbunyi, “Revolusi berlanjut sampai kemenangan” dan “Revolusi adalah sebuah ide dan ide itu tidak mati”, “Selamatkan Idlib dari pemboman”.

Aksi ini digelar di saat gencatan senjata sementara berlaku di Idlib dan sekitarnya. Gencatan itu tercapai setelah operasi militer besar-besaran rezim Assad merebut sejumlah daerah strategis di selatan Idlib.

Idlib menjadi satu-satunya provinsi yang dikendalikan oleh oposisi Suriah. Wilayah ini menjadi tujuan para pengungsi dari berbagai daerah setelah kampung halaman mereka direbut atau diserahkan kepada rezim Assad oleh para pengkhianat revolusi. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: