Puluhan warga Palestina, mengalami luka-luka akibat tindakan represif pasukan Israel dalam pawai kepulangan dan penghapusan blokade di Gaza timur.

Menurut data kementerian kesehatan, lebih dari 70 orang lebih  mengalami luka-luka, termasuk 40 luka tembak, dan dua relawan medis, dalam aksi Jumat ke-75 pawai kepulangan.

Komite nasional pawai kepulangan dan penghapusan blockade menyerukan kepada segenap elemen rakyat Palestina untuk berpartisipasi dalam aksi pawai Jumat Solidaritas Kamp Pengungsi Libanon. Aksi juga sekaligus memperingati pembantaian Shabra dan Shatila, dan menegaskan dukungan rakyat Palestina untuk secara terhormat di Libanon.

Komite mengatakan, kelanjutan pawai kepulangan di tengah semua hambatan yang dilakukan sejumlah pihak, dan mengingatkan penjajah Israel untuk berhenti menembaki demonstran damai.

Seruan juga dialamatkan kepada pemimpin dunia Arab dan Islam, untuk mengakhiri blockade zalim dan menghentikan penderitaan bangsa Palestina di Jalur Gaza.

Juru bicara Hamas, Abdul Latif Qanu mengatakan, warga Palestina yang hadir dalam pawai Jumat ke 75 mengatakan  solidaritas penuh mereka terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian Libanon. Mereka menolak pengubahan kewarganegaraan, serta menggagalkan konspirasi agar tak kembali ke Palestina. Qanu menyebut Para pengungsi Palestina di Libanon merupakan bagian tak terpisahkan dari bangsa Palestina dan akan kembali ke Palestina.

Qanu mengatakan pembantaian Shabra dan Shatila yang menimpa rakyat Palestina di kamp pengungsian merupakan kejahatan perang yang tak bisa dimaafkan sejarah. (palinfo.com/admin)

%d blogger menyukai ini: