Anggota Komisi 8 DPR-RI, Musthofa Bakri menilai disertasi seks pranikah yang ditulis oleh dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, bernama Abdul Aziz tidak berdasarkan landasan konkret dalam bidang agama, sehingga menyebabkan kebebasan pemikiran berbahaya.

Musthafa mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditanyakan kenapa di Indonesia begitu bebas melakukan pemikiran, tanpa landasan-landasan konkret dalam hal bidang agama khususnya. Dan ini terjadi di Indonesia, tepatnya IAIN Surakarta.

Musthofa melihat, sudah sejak lama ada sejumlah pengajar di IAIN yang mengajar tidak sesuai dengan ketentuan agama yang berlaku.

Untuk itu, ia mengharapkan adanya sosialisasi yang jelas antara pihak terkait hingga Kementerian Agama, sehingga masalah-masalah tersebut dapat cepat terselesaikan.

Seperti yang diketahui, disertasi Abdul Aziz berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” diujikan di UIN Sunan Kalijaga,  Yogyakarta pada 28 Agustus lalu. Namun disertasi tersebut ternyata menimbulkan kontroversi karena dianggap menghalalkan hubungan seksual di luar pernikahan. (kiblat.net/admin)

%d blogger menyukai ini: