Tidak ada rumah sakit yang berfungsi di daerah Aleppo, sedangkan lebih dari 250 ribu warga yang membutuhkan perawatan medis.

Seperti dilaporkan Worldbulletin, saat ini lebih dari 250 ribu warga Aleppo yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak hidup tanpa akses perawatan dari rumah sakit.

WHO mencatat bahwa, beberapa layanan kesehatan hancur akibat serangan rezim beserta sekutunya, dan yang masih tersedia adalah klinik kecil, itu pun hanya untuk perawatan trauma, sedangkan untuk perawatan operasi dan lainnya tidak dapat dilakukan.

Aleppo benar-benar dalam keadaan terkepung, lembaga kemanusiaan PBB, termasuk WHO, telah dilarang masuk sejak bulan Juli yang lalu, ketika pasukan rezim beserta sekutu mengambil rute terakhir di Aleppo.

Dan sejak saat itu, Aleppo terputus dari bantuan makanan dan medis selama lebih dari empat bulan.

(Bumisyam.com)

%d blogger menyukai ini: