Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Hanan Ashrawi mengecam rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menganeksasi permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki. Kecaman disampaikan Ashrawi pada Ahad dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

Menurut dia, Amerika Serikat turut bertanggung jawab jika Netanyahu merealisasikan rencananya.

Pada Ahad lalu, Netanyahu mengatakan akan mencaplok semua permukiman yang telah dibangun di Tepi Barat dan memberinya kedaulatan sebagai bagian dari teritorial Israel.

Pada awal Agustus lalu, Times of Israel melaporkan bahwa Netanyahu sedang mencari deklarasi publik dari Presiden Amerika Donald Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki. Motivasi utama Netanyahu melakukan hal itu adalah agar memperoleh dukungan dari publik Israel menjelang penyelenggaraan pemilu yang dijadwalkan dihelat pada awal September mendatang.

Masifnya pembangunan permukiman ilegal, termasuk di Yerusalem Timur, dinilai menjadi penghambat terbesar untuk mewujudkan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. (internasional.republikas.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: