Pengajuan untuk pemisahan sekolah bagi murid laki-laki dan perempuan oleh Pendidikan Akademi Redstone dan Sekolah Dasar Greenfields terancam ditolak oleh Departemen Pendidikan Kota Birmingham, Inggris. Inspektorat pendidikan Inggris menemukan kedua sekolah itu belum layak.

Kedua sekolah di Kota Birmingham itu mengajukan pemisahan sekolah lantaran proses belajar mengajar dengan pemisahan kelas laki-laki dan perempuan. Rencana ini dikritik pemerintah dengan alasan Pemisahan kelas bagi laki-laki dan perempuan tak dibenarkan oleh undang-undang kesetaraan. Sedangkan untuk membuat sekolah yang benar-benar berbeda untuk perempuan dan laki-laki, inspektorat juga menilai kedua sekolah itu belum layak. Departemen Pendidikan Birmingham mengatakan hingga saat ini masih mempertimbangkan pengajuan pemisahan sekolah itu. Hasilnya akan segera diumumkan setelah departemen mempertimbangkan hasil temuan inspektorat. Hal ini sebagaimana diungkapkan juru bicara Departemen Pendidikan dilansir dari Birmingham Live, Kamis kemarin.

Sekolah Dasar Greenfields disebut juga telah mengajukan aplikasi serupa. Namun, lagi-lagi inspektorat menilai sekolah itu tak layak menjadi sekolah independen terpisah.

Kepala Pendidikan Akademi Redstone, Saadat Rasool, membantah temuan inspektorat dan membela praktik pemisahan tersebut. Menurut dia, hal itu sejalan dengan kepercayaan para orang tua Muslim.

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: