Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia, Rida Hesti Ratnasari mengajak masyarakat khususnya umat Islam bersama-sama meningkatkan sistem peringatan dini aliran keagamaan yang berpotensi membahayakan umat dan bangsa. Dia juga mengajak umat lebih mendekatkan diri kepada ulama yang bisa dijadikan rujukan.

Rida menjelaskan, Kerajaan Keraton Sejagat ada kemiripan dengan pola pembentukan, penyebaran dan kepatuhan anggotanya dengan kelompok seperti Lia Eden dan Ratu Ubur-Ubur. Komisi PP MUI akan mendalami apa bila kelompok tersebut menggunakan simbol-simbol Islam, dan menggunakan akidah serta syariah Islam dalam pengembangan ajarannya.

Maka, Komisi PP MUI mengajak masyarakat mendeteksi lebih dini kelompok-kelompok semacam itu. Hal ini diungkapkan Rida kepada media sabtu kemarin.

Ia menyampaikan, untuk mewaspadai kelompok yang membahayakan umat dan bangsa maka sistem deteksi dini harus ditingkatkan bersama-sama Kesatuan Bangsa dan Kementerian Agama setempat.

Rida juga menjelaskan munculnya kelompok-kelompok semacam itu biasanya ada tiga motif. Pertama, motif kekuasaan karena ingin dikultuskan sebagai raja dan ratu. Kedua, motif ekonomi karena nanti ada mekanisme ekonomi, misalnya pengikutnya harus membeli atau membayar sesuatu. Ketiga, motif mengubah negara Indonesia secara totalitas.

https://khazanah.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: