Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa rezim Suriah dan sekutunya Rusia telah bertanggung jawab atas pemboman sebuah kamp pengungsi. Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya 11 anak Suriah.

Laporan lebih lanjut mengungkapkan bahwa serangan itu menyebabkan perpindahan sekitar 80 persen penghuni kamp yang sudah terlantar. Para pengungsi melarikan diri karena ketakutan dan khawatir kamp akan menjadi sasaran. Hal ini diungkap zaman awsal, media local hari kemarin.

Sebagaimana dijelaskan oleh laporan tersebut, rudal-rudal yang digunakan dalam serangan, dilengkapi dengan hulu ledak yang berbeda, termasuk cluster, kimia atau nuklir.  Laporan tersebut mengungkapkan bahwa telah ada setidaknya 12 serangan yang dilakukan oleh pasukan rezim Suriah.

Kelompok hak asasi telah mendokumentasikan setidaknya 79 serangan terhadap kamp-kamp pengungsi yang dilakukan oleh pasukan aliansi Suriah-Rusia sejak Maret 2011 hingga serangan terbaru di Kamp. Enam puluh satu dari serangan ini dilakukan oleh rezim Suriah, sementara pasukan Rusia melakukan 18 lainnya.

Laporan lebih lanjut mengungkapkan bahwa setidaknya 487 serangan bom cluster terjadi sejak pertama kali didokumentasikan penggunaan amunisi ini pada Juli 2012 hingga 20 November 2019. 243 serangan dilakukan oleh pasukan rezim Suriah, dan 236 lainnya dilakukan oleh pasukan Rusia, dengan tambahan delapan serangan adalah operasi gabungan Suriah-Rusia.

Laporan tersebut menekankan bahwa pasukan aliansi rezim Suriah-Iran-Rusia tidak diragukan lagi telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut penghentian serangan serampangan.

https://www.arrahmah.com/

%d blogger menyukai ini: