Ribuan santri dan masyarakat Rembang, Jawa Tengah, melaksanakan shalat meminta hujan atau shalat istisqa di alun-alun Kabupaten Rembang, setelah upacara peringatan Hari Santri Nasional, Selasa kemarin. Sebagaimana daerah lain di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang memang beberapa bulan terakhir tidak diguyur hujan.

Bahkan berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jateng, lebih dari seribu desa terdampak kekeringan. Kondisi tersebut tersebar di lebih dari 300 kecamatan di lebih 30  kabupaten-kota di Jawa Tengah.

Shalat istisqa itu diikuti juga oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakilnya, Taj Yasin Maimoen.

Gubernur Jateng mengatakan bahwa sebagian besar wilayah di Jateng saat ini memang masih dilanda kekeringan. Walau hujan sempat turun, namun intensitasnya masih sangat rendah.

Dalam rangka mengatasi kekeringan itu, menurut Ganjar, upaya secara fisik telah dilakukan. Melengkapi upaya fisik, upaya batin atau spiritual juga ditempuh. Gubernur berharap, dengan upaya fisik dan spiritual itu, hujan akan segera turun kembali. Meskipun telah diprediksi bakal diguyur pada akhir Oktober, Gubernur mengaku terus berupaya agar kekeringan di wilayahnya tidak menimbulkan permasalahan serius. (hidayatullah.com.adm)

%d blogger menyukai ini: