Para pengungsi di kamp perbatasan Suriah-Turki tak menyangka rudal militer Suriah bisa menjangkau tempat penampungan mereka. Mereka menempati kamp tersebut untuk menghindari gempuran rezim, namun kini lokasi itu tidak lagi aman.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sebuah rudal menghantam kamp pengungsi di desa Qah di provinsi Idlib pada Rabu malam. Sedikitnya 16 warga sipil tewas, termasuk delapan anak-anak dan enam wanita. Mereka berasal dari satu keluarga yang tinggal di satu atap.

Abu Mahmoud kerabat korban mengatakan bahwa adik ipar dan anak perempuannya terbunuh. Abu Mahmoud sendiri juga menderika luka bakar dan pecahan bom di sekujur tubuhnya. Sementara Ibunya yang sudah tua membawa anak saudaranya, Aisha, yang selamat dari pemboman tersebut meksipun menderita luka di wajah.

Ia menambahkan bahwa tujuh tahun mendiami daerah perbatasan, dia tidak menyangka serangan ini sampai terjadi di pengungsian.  Sebelumnya Abu Mahmud merasa aman tinggal di daerah perbatasan. Pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran dan pemboman sering pergi ke daerah perbatasan dengan Turki, karena wilayah itu lebih aman daripada yang lain.

Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Rusia-Turki telah dicapai pada akhir Agustus, wilayah itu terus mengalami serangan Suriah dan Rusia.

https://www.kiblat.net

%d blogger menyukai ini: