Bangunan lima tingkat yang terdiri dari 30 ruangan kini telah berdiri kokoh. Rumah Yatim Aksi Cepat Tanggap tersebut berlokasi di Padua, Chittagong, Bangladesh.

Gedung yang dibangun sejak November 2017 tersebut, diperuntukkan bagi anak-anak yatim Rohingya  dan Bangladesh.

Global Humanity Response,  Sucita Nur Ramadinda menjelaskan Rumah Yatim yang dibangun di atas tanah wakaf ini merupakan bentuk kepedulian  masyarakat Indonesia terhadap pendidikan pengungsi anak-anak Rohingnya. Rencananya, Rumah Yatim ini akan digunakan oleh 300 anak yatim Rohingya dan juga Bangladeshh untuk tinggal dan bersekolah.

Sucita menjelaskan, ACT mengikhtiarkan gedung ini sudah bisa digunakan pada Januari 2020. Kini, ACT pun tengah membangun kesepakatan dengan mitra yang akan mengelola asrama dan sekolah tersebut nantinya.

Melalui program-program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam, ACT terus memberikan dukungan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingnya. Sucita mengatakan, bantuan itu mulai dari pangan sampai ke pemberdayaan masyarakat. (republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: