Turki dan Rusia sedang membahas pembentukan zona aman di kawasan Idlib di barat laut Suriah. Hal ini sebagaimana diungkapkan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Rabu kemarin.

Akar menyebutkan serangan dari pasukan pemerintah Suriah terus berlanjut di kawasan Idlib meski adanya kesepakatan gencatan senjata pada 12 Januari antara Turki dan Rusia. Sumber saksi dan gerilyawan mengatakan bahwa pesawat tempur Rusia menghantam sejumlah kota yang dikuasai gerilyawan di Idlib selatan untuk pertama kali pasca diberlakukannya gencatan senjata.

Turki merasa khawatir bahwa serangan itu akan memicu gelombang pengungsi baru. Selama ini Turki yang mendukung gerilyawan Suriah yang memerangi Presiden Bashar al-Assad, telah menampung 3,6 juta pengungsi Suriah.

Sebelumnya, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Turki bertekad untuk mencegah gagalnya gencatan senjata guna menghindari 400 ribu orang yang terlantar mendekati wilayah Turki.

Rusia menyebutkan warga dapat melarikan diri dari serangan di daerah yang dikuasai oposisi dengan menyeberang masuk ke wilayah yang dikendalikan pasukan Presiden Bashar al-Assad, namun Akar berpendapat bahwa itu bukan pilihan.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: