Kementerian Pertahanan Rusia, mengumumkan kedatangan sekitar 300 polisi militer Rusia ke Suriah. Pasukan rusia itu didatangkan untuk membantu penarikan pasukan Kurdi dari perbatasan dengan Turki. Pengumuman itu juga mengatakan bahwa sekelompok pasukan baru dikirim dari Republik Chechnya, dan akan mulai melakukan tugas-tugas untuk membantu patroli di area yang sudah ditentukan.

Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa polisi militer Rusia berpatroli dengan sejumlah kendaraan lapis baja di daerah antara kota Qamishli dan Amuda di pedesaan Hasaka.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, polisi militer Rusia dan penjaga perbatasan Suriah akan mengusir semua pejuang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi Suriah sejauh 30 kilometer dari perbatasan Turki.

Ankara menganggap YPG sebagai kelompok teroris yang bersekutu dengan gerilyawan Kurdi yang telah melakukan pemberontakan di Turki tenggara sejak 1984. Turki meluncurkan operasi militer “Spring of Peace” bekerja sama dengan faksi-faksi oposisi bersenjata Suriah melawan YPG pada 9 Oktober. (kiblat,net/admin)

%d blogger menyukai ini: