Munich, Jerman – Rusia mengumumkan, ahad kemarin bahwa pihaknya tidak menerima gencatan senjata dengan kelompok bersenjata di Idlib seperti “Jabhah Nusrah”. Menurut Rusia, Kelompok ini merupakan “teroris” yang menolak kesepakatan internasional. Hal ini sebagaimana diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Verchinen, dalam Konferensi Keamanan Internasional di Munich pada Ahad.

Dia melanjutkan bahwa Idlib dan wilayah-wilayah yang disepakati tenang sangat penting bagi perdamaian Suriah. Sergey mengatakan bahwa menjalin kesepakatan dengan kelompok-kelompok seperti “Jabhah Nusrah” merupakan hal mustahil.

Gencatan senjata dan penghentian agresi akan terjadi antara pemerintah dan oposisi bersenjata. Dalam hal ini dikecualikan jabhah nusroh yang berasaskan islam.

Jabhah Nusrah merupakan sebutan bagi organisasi Hai’ah Tahrir Al-Syam atau HTS yang saat ini mengontrol hampir seluruh Idlib. Nama itu merupakan nama lama para pejuang pimpinan Abu Muhammad Al-Jaulani. Kelompok Internasional sendiri telah memasukkan “Jabhah Nusrah” ke dalam daftar organisasi teroris. Barat dan Rusia terus menggunakan nama itu untuk melegalkan operasi militer terhadap kelompok yang berisi pejuang-pejuang mantan Jabhah Nusrah. (kiblat/admin)

%d blogger menyukai ini: