Pada Sabtu lalu, Rusia memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan oleh Prancis. Rancangan resolusi usulan Prancis tersebut bertujuan untuk memulihkan gencatan senjata di Aleppo, Suriah.

Selain itu, Anadolu Agency melaporkan bahwa, Moskow mengajukan rancangan resolusi sendiri, yang juga mendesak untuk diakhirinya kekerasan di Aleppo, namun dengan penekanan pada lanjutan perang melawan teroris, istilah yang digunakan oleh Rusia dan Suriah untuk mengacu pada semua kelompok yang menentang Pasukan Bashar al-Assad.

Namun utusan Inggris untuk PBB Matthew Rycroft menyebut resolusi yang ditawarkan Rusia tersebut palsu. Matthew Rycroft mengatakan bahwa, tidak akan ada pembenaran serangan udara tanpa pandang bulu yang menyerang warga sipil, rumah dan rumah sakit mereka. Setelah kegagalan resolusi Prancis, Moskow mendesak resolusi terbatas pada bantuan kemanusiaan dan tidak menetapkan diakhirinya pemboman terhadap Aleppo.

 

Islampos.com 

%d blogger menyukai ini: