Kementerian Agama akan menyelenggarakan konferensi tahunan internasional study islam di Jakarta pada tanggal 1 sampai 4 Oktober 2019. Konferensi tahunan kali ini mengambil tema ‘Digital Islam, Pendidikan dan Pemuda: Mengubah Lansekap Islam Indonesia. Rencananya konferensi tersebut akan dihadiri 1.700 sarjana Muslim dari berbagai negara.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan, konferensi studi islam internasional ini adalah konferensi akademis yang biasa dilakukan perguruan tinggi dan komunitas profesi keilmuan. Konferensi yang diselenggarakan sejak 19 tahun yang lalu ini bertujuan untuk mengumpulkan para sarjana pengkaji Islam dari berbagai belahan dunia.

Para sarjana tersebut biasa  menyampaikan pandangan-pandangannya tentang bagaimana Islam di kancah global.

Para konferensi tersebut, sarjana Muslim akan mengkaji perkembangan zaman dan umat Islam yang memasuki era revolusi industry.  Diantara yang menjadi bahasan adalah era digital dimana proses pembelajaran tidak lagi tatap muka secara langsung dengan guru-guru.

Menurut arskal, Sekarang sebagian umat cenderung belajar lewat dunia maya seperti lewat Youtube, Facebook, Whatsapp dan yang lainnya. Sehingga kondisi seperti ini mengubah pola pemahaman keislaman yang ada di Indonesia.

Arskal juga menjelaskan tema tersebut diangkat karena ingin tahu bagaimana Islam hadir di era digital. Juga ingin mengetahui peran dan keinginan generasi milenial di era digital. Sebab di era digital Islam hadir dalam bentuk digital sebab sebagian umat Islam tidak lagi membaca teks seperti orang-orang terdahulu. (khazanah.republika.co.id/admin)

%d blogger menyukai ini: