Laporan yang dirilis Pusat Study Al-Quds menyebutkan, sejak awal Januari sampai September 2019, tercatat sebanyak 17.800 lebih yahudi melakukan 206 serbuan masuk ke Masjidil Aqsha.

Serbuan dilakukan dalam 214 hari rentang waktu tersebut, dengan serbuan terbanyak terjadi pada Juni dan Agustus, yaitu 3 ribu orang lebih di setiap bulan dari dua bulan tersebut.

Sementara pelanggaran dilakukan otoritas Israel dengan menerbitkan 225 keputusan deportasi terhadap warga Al-Quds dari Masjidil Aqsho.

Di awal Oktober ini serbuan silih berganti dilakukan para pemukim yahudi ke Masjidil Aqsho, tercatat sebanyak 74 orang menyerbu masuk melalui pintu gerbang Maghoribah, dengan pengawalan ketat pasukan khusus Israel. Mereka kemudian melakukan provokasi saat berkeliling di dalam komplek Al-Aqsho.

Menurut badan wakaf Islam di Al-Quds, pada awal Oktober ini sebanyak 104 orang ekstrimis yahudi menyerbu masuk Masjidil Aqsho dengan pengawalan ketat kepolisian Israel.

Di hari ketiga Oktober, sebanyak 188 yahudi menyerbu masuk Al-Aqsha di waktu pagi melalui gerbang Maghoribah, yang berada dalam kendali penjajah Israel sejak tahun 1967. (melayu.admin)

%d blogger menyukai ini: