Amerika Serikat telah menjatuhkan lebih dari 7 ribu bom di Afganistan sepanjang 2019, naik dari jumlah sebelumnya di 2018. Berdasarkan data Komando Pusat Angkatan Udara Amerika jumlah bom yang dijatuhkan pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang sangat tajam sejak 10 tahun terakhir.

Amerika telah meningkatkan serangan udara sejak Presiden Donald Tramp terpilih pada 2016. Sebelumnya pada 2009 di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, militer Amerika menjatuhkan kurang lebih 4 ribu bom.

Dilansir Aljazirah, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia telah berulang kali menyatakan keprihatinan atas peningkatan serangan udara oleh pasukan Amerika dan Afganistan. Serangan udara ini kerap memakan korban sipil.

Pada Ahad lalu, setidaknya tujuh warga sipil termasuk tiga anak-anak tewas dalam serangan udara pemerintah di provinsi Balkh, utara Afganistan. Serangan udara ini memicu protes dari warga setempat.

Pada awal bulan ini lebih dari 60 warga sipil tewas atau terluka dalam serangan pesawat tak berawak Amerika yang menargetkan komandan kelompok sayap Taliban di provinsi Herat, Afganistan barat.

Pada Oktober, PBB telah mengantongi laporan tentang serangan udara Amerika terhadap laboratorium obat-obatan Taliban yang mengakibatkan kematian terhadap 30 warga sipil, termasuk anak-anak. Misi NATO yang dipimpin oleh Amerika membantah klaim tersebut.

Pada paruh pertama 2019, sebanyak lebih dari 700 warga sipil tewas oleh pasukan pemerintah. Angka ini meningkat 31 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya.

https://internasional.republika.co.id

%d blogger menyukai ini: